DIUJI SAAT NYAMAN

DIUJI SAAT NYAMAN KEJADIAN 12:5 Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ. Shalom Abraham adalah orang kaya ketika Allah mengujinya. Tuhan tidak menguji Abraham karena ia tidak kehilangan apa-apa. Ia mengujinya karena Abraham telah menerima sesuatu yang berharga dan Allah ingin mengungkapkan apakah Abraham mengasihi Sang Pemberi lebih dari pemberianNya itu. Abraham sudah sangat diberkati sebelum ia diperintahkan Tuhan untuk meninggalkan negerinya di tanah Ur untuk pergi ke tanah Kanaan. Abraham sudah makmur secara material ketika Tuhan memanggilnya untuk meninggalkan Ur. Hal ini membuat panggilannya sangat signifikan, bahkan Abraham meninggalkan Ur tanpa mengetahui tujuannya kemana dia harus pergi. Tuhan hanya memberikan arah bukan tujuan akhir. Di KEJADIAN 12:1, Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negeri...

KEPAHITAN



 Secangkir kopi dapat membuat kita sadar bahwa rasa pahit, ternyata juga bisa dinikmati.»IHT«

Mazmur 73:21 Ketika hatiku merasa pahit dan buah pinggangku menusuk-nusuk rasanya.

Kepahitan merupakan kekuatan yang merusak relasi dengan siapapun, hanya yang paling fatal adalah merusak diri sendiri, orang yang punya akar pahit, pasti hatinya penuh luka luka, cenderung menyendiri karena merasa tidak dapat mempercayai orang lain.

Mazmur 73:22  aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu. 

Orang yang kepahitan cenderung posesif dan manipulative, pikiran dan hatinya tertutup tidak lagi bisa membedakan mana madu dan racun, hatinya penuh dengan kemarahan dan kekecewaan, peluangpun dianggap sebagai masalah, hidupnya tidak akan pernah bisa maju dan berkembang saking dungunya.

Amsal 27:7  Orang yang kenyang menginjak-injak madu, tetapi bagi orang yang lapar segala yang pahit dirasakan manis. 

Orang yang kepahitan senantiasa membenarkan dirinya, itu sebabnya mereka berani menginjak injak kebenaran, padahal FirmanNya lebih manis daripada madu, sebaliknya orang yang lapar dan haus akan kebenaran Firman sekalipun hidupnya terasa pahit akan dijalaninya dengan penuh ucapan syukur.

Ibrani 12:15  Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

Untuk melepaskan kepahitan kuncinya ialah melepaskan pengampunan, bila kita belum sanggup datanglah kepada Tuhan, berseru dan minta kepadaNya dengan kesungguhan hati, niscaya hati kita pasti akan dipulihkan.

Yesaya 1:18  Marilah, baiklah kita beperkara! firman TUHAN, sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. 

Jangan takut dan kuatir, bila kita bertobat dan meminta ampun kepadaNya, maka kasihNya pasti akan mengampuni kita semua.

Yesaya 1:19-20  Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu, tetapi jika kamu melawan dan memberontak, maka kamu akan dimakan oleh pedang." Sungguh, TUHAN yang mengucapkannya. 

Nurut saja deh!, jangan memberontak? orang yang menuruti kebenaran Firman Tuhan, hidupnya akan terasa manis, sebab Dia juga mengasihi kita semua.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia