DIUJI SAAT NYAMAN

DIUJI SAAT NYAMAN KEJADIAN 12:5 Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ. Shalom Abraham adalah orang kaya ketika Allah mengujinya. Tuhan tidak menguji Abraham karena ia tidak kehilangan apa-apa. Ia mengujinya karena Abraham telah menerima sesuatu yang berharga dan Allah ingin mengungkapkan apakah Abraham mengasihi Sang Pemberi lebih dari pemberianNya itu. Abraham sudah sangat diberkati sebelum ia diperintahkan Tuhan untuk meninggalkan negerinya di tanah Ur untuk pergi ke tanah Kanaan. Abraham sudah makmur secara material ketika Tuhan memanggilnya untuk meninggalkan Ur. Hal ini membuat panggilannya sangat signifikan, bahkan Abraham meninggalkan Ur tanpa mengetahui tujuannya kemana dia harus pergi. Tuhan hanya memberikan arah bukan tujuan akhir. Di KEJADIAN 12:1, Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negeri...

JANGAN MENYERAH



 Jangan menyangkali kenyataan hidup karena takut terluka.»IHT«

Matius 7:7  "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

Hidup itu banyak pergumulannya, untuk melewatinya tentu harus melewati proses, ada orang yang nekat ada yang setengah nekat dan ada pula orang yang tidak berani nekat, karena takut efeknya, seandainya permintaannya tidak terjawab.

Matius 7:8  Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.

Memahami dan mengimani ayat yang satu ini memanglah tidak mudah, apalagi menyangkut hal hal yang sangat krusial, seperti meminta anak bagi mereka yang belum punya anak, meminta kesembuhan atas penyakit berat atau kronis dan banyak lagi hal hal ekstrim yang ada didalam dunia ini.

Matius 17:20-21  Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu. 

[Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.]"

Yahhhh, itulah manusia!!!!, sedekat dan sedalam apapun hidup dengan Tuhan, selalu ada logika, gengsi dan harga diri yang berperan untuk membatasi kuasa Tuhan bekerja sebebas bebasnya dalam hidup kita, itulah sebabnya mujizat semakin jarang kita temui.

Kejadian 27:38  Kata Esau kepada ayahnya: "Hanya berkat yang satu itukah ada padamu, ya bapa? Berkatilah aku ini juga, ya bapa!" Dan dengan suara keras menangislah Esau. 

Menangis dan kecewa atas kegagalan, kehilangan, kesempatan untuk memperoleh sesuatu dalam hidup ini, itu boleh boleh saja, namun jangan sampai menghancurkan pertahanan kita menjadi murid Kristus.

Kejadian 27:39  Lalu Ishak, ayahnya, menjawabnya: "Sesungguhnya tempat kediamanmu akan jauh dari tanah-tanah gemuk di bumi dan jauh dari embun dari langit di atas.  

Didepan kita terbentang begitu banyak, masalah, pergumulan hidup, sekalipun kita hampir putus asa, namun jangan tinggalkan iman kita berdiri dan bertahan kokoh dan kuat.

Kejadian 27:40  Engkau akan hidup dari pedangmu dan engkau akan menjadi hamba adikmu. Tetapi akan terjadi kelak, apabila engkau berusaha sungguh-sungguh, maka engkau akan melemparkan kuk itu dari tengkukmu." 

HAI UMAT TUHAN "JANGAN MENYERAH" ada bagian Tuhan dan ada bagian kita untuk melangkah dalam iman yang kokoh.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia