DITANAM DAN BERTUNAS

DITANAM DAN BERTUNAS MAZMUR 92:13 mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. Shalom Pohon tidak bertumbuh subur karena sering dipindahkan. Pohon bertumbuh subur karena ditanam. Banyak orang menginginkan buah berkat, kedamaian, hikmat, dan kekuatan rohani, tetapi mereka kesulitan untuk berakar. Allah merancang pertumbuhan untuk datang melalui tinggal, menetap, dan tetap terhubung dengan-Nya. Pemazmur membandingkan orang percaya dengan pohon yang ditanam di rumah Allah. Pohon yang ditanam bertahan dari badai karena akarnya menancap dalam. Dengan cara yang sama, orang percaya yang tetap berakar di hadirat Allah, firman-Nya, doa, dan persekutuan mengembangkan kestabilan bahkan selama musim-musim sulit. "Ditanam" berarti kesetiaan kepada firman Tuhan ketika emosi mulai menguasai kita. Komitmen ketika cobaan datang. Tetap terhubung dengan firman Tuhan ketika hidup menjadi sibuk. Terus percaya kepada Tuhan bahkan ketika masalah masih ada. Poho...

TIDAK ADA GUNANYA MEMBELA DIRI


TIDAK ADA GUNANYA MEMBELA DIRI

DANIEL 3:16 Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.

Shalom Warga Kerajaan Sorga.

Raja Nebukadnezar membuat sebuah patung emas yang tingginya enam puluh hasta dan lebarnya enam hasta yang didirikannya di dataran Dura di wilayah Babel. Lalu raja Nebukadnezar menyuruh orang mengumpulkan para wakil raja, para penguasa, para bupati, para penasihat negara, para bendahara, para hakim, para ahli hukum dan semua kepala daerah, untuk menghadiri pentahbisan patung yang telah didirikannya itu. Kemudian diperintahkan bagi seluruh rakyat untuk menyembah patung itu, siapa yang tidak sujud menyembah, akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala! (DANIEL 3:1-6).

Saat itu ada tiga anak muda Yahudi, Sadrakh, Mesakh dan Abednego yang tinggal di dalam wilayah Babel yang dikuasai raja Nebukadnezar. Mereka menolak untuk menyembah patung itu karena mereka taat kepada Tuhan. Akhirnya mereka dibawa ke hadapan raja dan saat itu juga mereka diancam untuk dicampakan ke dalam perapian yang menyala-nyala. Perhatikan apa yang mereka katakan: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini". Dalam versi bahasa Ibrani dan Inggris diterjemahkan bahwa "kami tidak siap, bisa dan memiliki kapasitas untuk menjawab atau membela diri". Mereka sadar bahwa semua pembelaan datang dari Tuhan. 

Seringkali dalam hidup ini kita merasa perlu untuk membela diri kita, betul ada momen dimana Tuhan memberikan kesempatan kepada kita untuk menjelaskan sebuah kebenaran dan maksud kita. Tetapi ada momen yang kita perlu belajar untuk berdiam diri dan membiarkan Tuhan yang membela dengan cara-Nya. Sepanjang kita hidup di dalam kebenaran firman-Nya, tidak usah takut. 

Mungkin hari ini kita merasa dilecehkan, dipermalukan, dibohongi atau disakiti. MAZMUR 46:10 mengatakan: "Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!" Sadrakh, Mesakh dan Abednego akhirnya dimasukan ke perapian yang menyala-nyala, apa yang terjadi? Tidak sehelai dari jubah, rambut atau tubuh mereka yang terbakar. Tuhan membela mereka. Bahkan mereka akhirnya dikeluarkan dari perapian yang masih dalam kondisi menyala bukan padam. 

Anda hanya melewati api pemurnian bersama Tuhan, bukan menetap disana. Pada akhirnya hidup Anda akan dibela, ditolong, dilindungi Tuhan dan orang akan melihat kemuliaan Tuhan terpancar lewat hidupmu. AMIN ! 

Kasih karunia Tuhan cukup bagimu🙏

BL

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT

HATI TERIKAT PADA TUHAN,BUKAN HARTA