DIUJI SAAT NYAMAN

DIUJI SAAT NYAMAN KEJADIAN 12:5 Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ. Shalom Abraham adalah orang kaya ketika Allah mengujinya. Tuhan tidak menguji Abraham karena ia tidak kehilangan apa-apa. Ia mengujinya karena Abraham telah menerima sesuatu yang berharga dan Allah ingin mengungkapkan apakah Abraham mengasihi Sang Pemberi lebih dari pemberianNya itu. Abraham sudah sangat diberkati sebelum ia diperintahkan Tuhan untuk meninggalkan negerinya di tanah Ur untuk pergi ke tanah Kanaan. Abraham sudah makmur secara material ketika Tuhan memanggilnya untuk meninggalkan Ur. Hal ini membuat panggilannya sangat signifikan, bahkan Abraham meninggalkan Ur tanpa mengetahui tujuannya kemana dia harus pergi. Tuhan hanya memberikan arah bukan tujuan akhir. Di KEJADIAN 12:1, Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negeri...

DIKENAL PADA BUAHNYA



DIKENAL PADA BUAHNYA

LUKAS 6:44-45 Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur.

Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya."

Shalom Warga Kerajaan Sorga.

Ketika Roh Kudus bekerja di dalam diri kita dan membentuk pola pikir kita, kita pasti akan melihat buah Roh yang bermunculan di kehidupan kita. Apa itu buah Roh? Buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu (GALATIA 5:22-23).

Pohon apel tidak memutuskan untuk menumbuhkan buah apel; ia sudah diciptakan dan didesain untuk melakukan hal tersebut, dan dalam kondisi yang tepat, ia menghasilkan banyak buah yang enak dan sedap untuk dinikmati bahkan membawa kesehatan. Pohon Apel tidak akan berbuah anggur atau jeruk. Sama juga dengan Roh Kudus, Dia tidak menghasilkan iri hati, kedengkian, cemburu, kepahitan atau keegoisan. Roh Kudus akan menghasilkan buah Roh yang tertulis di atas. 

Itu sebabnya mari kita pastikan bahwa biji atau benih yang tertanam di dalam hati kita adalah firman kebenaran, supaya tumbuh pohon kehidupan yang menghasilkan buah kebenaran yaitu buah Roh yang dapat dinikmati oleh orang lain. 

Dunia akan melihat buah kita dan langsung akan mengetahui "pohon kehidupan" macam apa kita ini. Jika kita mudah marah, tersinggung, mengeluarkan kata-kata negatif, dunia akan tahu bahwa hati kita penuh sampah dan kepahitan. Itu sebabnya hari ini mari ambil keputusan untuk mencabut semua akar yang salah di dalam kita dan biarkan Tuhan yang menanam benih yang benar, supaya kita menghasilkan buah yang benar, yang bisa dinikmati orang lain. AMIN ! 

Kasih karunia Tuhan cukup bagimu🙏

BL

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia